Tuesday, June 7, 2016

Praktikum 11 - Menggunakan Google Fonts

1. Tujuan

  • Belajar menggunakan external font dari Google Fonts

2. Alat

  • Text Editor
  • Browser

3. Bahan

  • spritesheet.png
  • spritesheet.css

4. Dasar Teori

Google Font adalah salah satu layanan yang disediakan Google untuk memudahkan web developer dalam menghasilkan desain yang menarik dengan meyediakan font-font gratis. Fitur ini dapat anda akses pada alamat: https://www.google.com/fonts. Google menyediakan 3 cara, yakni dengan menggunakan tag <link>, perintah CSS @import, dan dengan JavaScript. Ketiga cara ini relatif tidak terlalu berbeda dari cara penggunaanya. Anda tinggal copy paste kode tersebut ke halaman HTML. Untuk kali ini, saya akan menggunakan cara dengan tag <link>.

5. Hasil Praktikum





Praktikum 10 - Membuat Ads Banner (Part 2)

1. Tujuan

  • Belajar membuat Ads Banner berbasis HTML5.

2. Alat

  • Text Editor
  • Browser

3. Bahan

  • spritesheet.png
  • spritesheet.css

4. Dasar Teori

Efek Linear Gradient atau gradasi warna linear adalah sebuah visual effect yang dihasilkan olehperubahan dan bergeseran warna (gradasi) diatara 2 warna atau lebih. Arah gradasi atau perubahan warna ini dapat terjadi secara vertical (dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas), secara horizontal (dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri). Salah satu teknik horizontal centering untuk image adalah dengan menggunakan property text-align: center;. property ini bisa digunakan pada elemen HTML yang memiliki property display: block. untuk membuatnya horizontal center, maka container perlu di set text-align: center

5. Petunjuk Praktikum

1. Mengaplikasikan CSS Linear Gradient



2. Menambahkan sprite berikutnya



3. Me-resize sprite menggunakan CSS



6. Hasil Praktikum 

Friday, May 13, 2016

Praktikum 7 - CSS Spritesheet

Tujuan

  • Mengenal dan membuat CSS Spritesheet dari kumpulan gambar.

Alat

  • JSFiddle
  • Bahan
  • Royalti free image

Dasar Teori

CSS Sprite

Teknik css sprite adalah teknik untuk menggabungkan beberapa images menjadi satu supaya dalam pemanggilan images hanya satu yang dipanggil meski yang digunakan adalah images yang berbeda sekaligus mengurangi permintaan http://.

Untuk membuat CSS Sprite, yang harus diperhatikan adalah posisi gambar (background-position), ukuran gambar (width - height), dan pengulangan gambar (background-repeat). Posisi dan ukuran gambar nantinya akan menentukan peletakan gambar, sedangkan pengulangan gambar akan berpengaruh terhadap tampilan gambar yang dihasilkan. Untuk itu gunakan CSS Sprite ini pada gambar - gambar yang tidak diulang (no-repeat)

Kelebihan CSS Sprite
Menggunakan css sprite bisa  mempercepat  dalam loading gambar karena dengan meletakkan beberapa gambar dalam 1 file gambar, dapat menghemat proses request gambar ke server. Keuntungan yang lainnya, dan merupakan keuntungan utama dari penggunaan CSS sprite adalah penggunaan bandwidth akan menjadi semakin hemat

Hasil Praktikum


Wednesday, May 11, 2016

Praktikum 8 - Membuat Ads Banner

Tujuan

  • Belajar membuat Ads Banner berbasis HTML5.

Alat

  • Text Editor
  • Browser

Bahan

  • spritesheet.png
  • spritesheet.css

Dasar Teori

Banner ads adalah bentuk iklan yang dipakai di jaringan Internet. Bentuk iklan daring ini biasanya merupakan bagian dari suatu halaman web yang dipakai untuk menarik perhatian penjelajah supaya mengunjungi situs web yang dimaksud. Spanduk ini biasanya dibuat menggunakan format gambar (JPG, GIF, PNG), skrip Java, dan objek multimedia lainnya. Spanduk modern bahkan sudah disertai suara dan animasi sehingga terlihat lebih menarik. Ada berbagai ukuran yang dipakai, mulai dari yang sangat kecil, melebar, memanjang, hingga yang melintang.

Tugas Praktikum

Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan

Petunjuk Praktikum

  1. Membuat container


2. Menambahkan 2 aset

Hasil Praktikum 




Wednesday, April 13, 2016

Praktikum 6 – Intro to GreenSock Animation Platform

Tujuan

  • Mengenal GreenSock Animation Platform. Yaitu sebuah library javascript untuk membuat animasi.

Alat

  • Atom 1.3.2
  • GreenSock JS

Dasar Teori

GSAP animates anything JavaScript can touch (CSS properties, canvas library objects, SVG, generic objects, whatever) and it solves lots of browser inconsistencies, all with blazing speed (up to 20x faster than jQuery). See the "Why GSAP?" article for details. Other libraries like jQuery, Velocity, Transit, and Zepto only tween CSS properties. Plus, their sequencing abilities and runtime controls pale by comparison. Simply put, GSAP is the most flexible high-performance animation library on the planet, which is probably why Google recommends it for JS-based animations. And unlike monolithic frameworks like Famo.us or Angular that dictate how you structure your apps, GSAP simply owns the animation layer; sprinkle it wherever you want. GSAP consists of the following core tools, plus quite a few plugins, eases, and special utilities like Draggable and SplitText.

The GreenSock Animation Platform is a suite of tools for scripted animation. It includes:
  • TweenLite: the core of the engine which handles animating just about any property of any object. It is relatively lightweight yet full-featured and can be expanded using optional plugins (like CSSPlugin for animating DOM element styles in the browser, or ScrollToPlugin scrolling to a specific location on a page or div, etc.)
  • TweenMax: TweenLite's beefy big brother; it does everything TweenLite can do plus non-essentials like repeat, yoyo, repeatDelay, etc. It includes many common plugins too like CSSPlugin so that you don't need to load as many files. The focus is on being full-featured rather than lightweight.
  • TimelineLite: a powerful, lightweight sequencing tool that acts like a container for tweens, making it simple to control them as a whole and precisely manage their timing in relation to each other. You can even nest timelines inside other timelines as deeply as you want. This allows you to modularize your animation workflow easily.
  • TimelineMax: extends TimelineLite, offering exactly the same functionality plus useful (but non-essential) features like repeat, repeatDelay, yoyo, currentLabel(), and many more. Again, just like TweenMax does for TweenLite, TimelineMax aims to be the ultimate full-featured tool rather than lightweight.


Tugas Praktikum

  1. Basic Tween  
  2. Easing 
  3. Delay  
  4. Animate Multiple Properties  
  5. From Tweens  
  6. Relative Tweens  
  7. Multiple Target  

Kesimpulan


Referensi

Friday, April 1, 2016

Praktikum 5 - Camera Capture

Tujuan
  • Membuat camera capture melalui browser.

Alat
  • Notepad++

Tugas Praktikum
  • Membuat Camera Capture di browser.

Hasil Praktikum


----------------DEMO----------------


Referensi



Praktikum 4 - Image Editor dengan Caman Js

Tujuan

  • Membuat foto editor dalam web browser dengan menggunakan CamanJS.

Alat

  • Notepad ++

Bahan

  • Jquery
  • Camanjs

Dasar teori

CamanJS kepanjangan dari  Canvas Manipulation JavaScript adalah manipulasi kanvas  dalam Javascript. Ini adalah kombinasi dari interface yang sederhana digunakan dengan teknik editing gambar / kanvas yang canggih dan efisien.

CamanJS adalah library javascript yang dapat memanipulasi canvas HTML dan dapat memberir efek dan filter terhadap photo.

Tugas Praktikum 

  • Mebuat foto editor pada web browser.

Hasil Praktikum



Referensi



Wednesday, March 23, 2016

Praktikum 3 - Video Tag with jQuery Button and Slider

Tujuan

  • Mengenal cara menyajikan file video dilengkapi control dan slider menggunakan HTML5 & jQuery UI.

Alat 

  • Notepad ++

Bahan 

  • Jquery UI

Dasar Teori

Jquery UI 
JQuery UI adalah plugin komponen user interface (hal-hal yang berhubungan dengan antarmuka pengguna) berupa interaksi, widget berfitur lengkap dan efek animasi yang berada di bawah framework JQuery.Setiap komponen dibangun sesuai dengan arsitektur kerja JQuery (menemukan sesuatu, kemudian memanipulasinya) dan memiliki kemampuan untuk menerima tema yang bermacam-macam sesuai dengan keperluan desain Slider, button, dialog boxkotak dialog/modal, accordion, tooltip, tabs, dihasilkan dari jquery ui.

Tugas Praktikum 

  • Membuat dan mendesain tombol, slider video di web

Hasil Praktikum 

Wednesday, March 16, 2016

Praktikum 2 - HTML Audio Tag Slider

Tujuan


  • Mengetahui cara membuat pemutar musik sederhana dengan dilengkapi kontrol berupa slider dengan jQuery dan CSS.

Alat

  • Notepad++

Bahan

  • CSS
  • jQuery

Dasar Teori

jQuery
Jquery adalah libary javascript. Maksdud dari libary disini bukan perpustakaan kayak di sekolah yah. Tapi libary disini adalah kode siap pakai yang langsung bisa kita terapkan. Sehingga kita tidak perlu membuat kode dari nol lagi.

Jquery UI
Jquery UI adalah plugin dari jquery yang berguna untuk membuat efek-efek interaktif pada halaman web. Karena Jquery UI adalah bagian tambahan dari Jquery, maka kita tidak bisa menggunakan Jquery UI sendiri. Hubungannya seperti gula dan semut dah. Ibaratnya ada Jquery UI, harus ada Jquery pula.

Hasil Praktikum



Referensi


Friday, March 4, 2016

Praktikum 1 - HTML5 Audio Tag

Tujuan

  • Mengenal cara menyajikan file audio menggunakan HTML5

Alat

  • Atom 1.3.2

Bahan

  • Stance Gives You Balance by Hogan Grip download info

Dasar Teori

HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan.

Meskipun HTML5 telah dikenal luas oleh para pengembang web sejak lama, HTML5 baru mencuat pada April 2010 setelah CEO Apple Inc., Steve Jobs, mengatakan bahwa dengan pengembangan HTML5, "Adobe Flash sudah tidak dibutuhkan lagi untuk menyaksikan video atau menyaksikan konten apapun di web".

Kemudian untuk mengontrol audio menggunakan javascript DOM. dimulai dengan memberi ID pada tag audio untuk bisa diaccess menggunakan document.getElementByID(). setelah DOM-nya diperoleh, dapat digunakan perintah play(), pause() untuk fungsi play dan pause. dan bisa menggunakan properti currentTime untuk menggeser slidernya.

Tugas Praktikum

  • Tampilkan file audio yang diberikan ke dalam sebuah halaman web menggunakan HTML5 Audio Tag
  • Buat screenrecord yang menunjukkan percobaan tentang manipulasi audio tag melalui Javascript. Diantaranya adalah penggunaan perintah play(), pause(), dan properti currentTime untuk button play menggunakan script perintah play()

Petunjuk Praktikum


Gunakan <audio></audio> tag untuk menyajikan file mp3 kemudian gunakan tag <source> untuk menentukan file mp3 yang ingin dimainkan untuk mengontrol audio menggunakan javascript DOM. dimulai dengan memberi ID pada tag audio untuk bisa diaccess menggunakan document.getElementByID(). setelah DOM-nya diperoleh, dapat digunakan perintah play(), pause() untuk fungsi play dan pause. dan bisa menggunakan properti currentTime untuk menggeser slidernya.

Hasil Praktikum


HTML

Javascript


HTML

Kesimpulan

  • untuk button play menggunakan script perintah play()
  • untuk button play menggunakan script perintah pause()
  • untuk button play menggunakan script perintah currentTime()

Referensi

  • W3C HTML5 Audio Tag
  • W3C HTML Audio/Video DOM play() method
  • Atom Text Editor

Saturday, July 18, 2015

Rekomendasi Movie, Dorama & Anime Jepang



MOVIE

Romance

  • Kanojo Wa Uso Wo Aisighteru
  • Bokura Ga Ita (Kohen & Zenpen)
  • Tada, Kimi Wo Aishiteru
  • My Rainy Days
  • Ao Haru Ride (live action)
  • Beyond The Memories
  • Kinkyori Renai
  • The Girl In The Sun

Comedy
  • Ranma

Action
  • Trilogi "Rurouni Kenshin"
  • "Kiseijuu" Part 1 & 2
  • Death Note 


DORAMA

Romance
  • Proposal Daisakusen
  • Shitsuren Chocolatier
  • Buzzer Beat
  • Itazura Na Kiss (season 1 & 2)
  • Q10
  • Kinkyori Renai Zero

Comedy
  • Seigi No Mikata
  • Hanazakari No Kimi Tachi E (no remake)
  • Otomen
  • Yamada-kun and The Seven Witches

Action
  • Bitter Blood
  • Code Blue
  • Mirai Nikki
  • Death Note


ANIME

Romance Comedy
  • Shigatsu Wa Kimi No Uso
  • Ao Haru Ride
  • Golden Time
  • Nisekoi
  • Ookami Shoujo to Kuro Ouji
  • Gekkan Shoujo Nozaki-kun
  • Baka To Test
  • Hataraku Maou-sama
  • Sakurasou no Pet na Kanojo

Sport
  • Kuroko No Basuke

Skills
  • Shongugeki No Souma

Action
  • Black Bullet
  • Death Note

Slice Of Life
  • Barakamon

Wednesday, June 17, 2015

Praktikum 15

Blender Network Render



Tujuan

Melakukan render di Blender menggunakan jaringan komputer.

Alat 

Blender 2.73a

Bahan


Dasar Teori


Petunjuk Praktikum

  1. Siapkan shared directory/network folder (contohnya Windows Share atau NFS mount atau OSX file sharing).
  2. Set directory tersebut sebagai directory output.
  3. Un-check (un-centang)/jangan centang opsi “Overwrite”. kemudian centang opsi “Placeholders”
     home-made-render-farm-setting  
    Home Made Render Farm Setting
  4. Save file blender yang telah diatur dengan setting tersebut.
  5. Copy file blender yang telah diatur ke masing-masing komputer yang ingin digunakan.
  6. Jalankan render pada masing-masing komputer tersebut. dengan setting yang telah dilakukan, masing-masing komputer akan menyimpan hasil render-nya pada folder yang di-share tersebut tanpa saling menumpuki hasil render dari komputer yang lain.

Hasil Praktikum

  1. Dari percobaan render dengan 1 komputer membutuhkan waktu dari pukul 11.10 - 12.26 untuk merender 20 frame
  2. Dari percobaan render dengan 21 komputer membutuhkan waktu yang sama ketika memakai 1 komputer yaitu dari pukul 11.10 - 12.26 untuk merender 250 frame


Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk merender lebih cepat dengan menggunakan komputer lebih dari satu.

Sunday, June 14, 2015

Praktikum 14

3 Point Light Setup


Tujuan

Mengenal tata lampu pada media 3D melalui praktek tata lampu 3-point lighting

Alat


  • Blender 2.7+
  • Cycles Render

Bahan




Dasar Teori

A. Lighting Component

Salah satu komponen lighting adalah shadow. Shadow memberi informasi bentuk bagi sebuah objek. Shadow juga berfungsi sebagai informasi posisi objek terhadap environment. Penguasaan shadow, akan membantu kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

B. Lighting Setup

Lighting setup adalah tata lampu yang melibatkan satu atau lebih lampu yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam 3 point lighting, terdapat 3 lampu yang digunakan. Masing-masing lampu tersebut ada yang berfungsi sebagai key light, fill light, dan back light.

Fungsi dari masing-masing lampu adalah sebagai berikut:
  • Key light berfungsi sebagai sumber cahaya utama
  • Fill light berfungsi untuk membuat shadow dari key light menjadi lebih soft
  • Back light berfungsi untuk membuat outline dari objek

Gunakan simulator ini untuk melihat efek dari masing-masing lampu. Secara umum tata lampunya relatif terhadap objek dan kamera adalah sebagai berikut

3 Point Light Setup

C. Membuat Lamp pada Cycles Render



Petunjuk Praktikum



Kegiatan Praktikum

  • Aplikasikan teknik 3 point lighting pada 3D model yang sudah kalian buat sebelumnya.
  • Aplikasikan teknik 3 point pada model ben simmond
  • Aplikasikan teknik 3 point pada model sintel


Hasil Praktikum


Kesimpulan

Key light merupakan sumber cahaya utama pada lighting, biasanya terletak pada samping depan objek. Namun, key light biasanya menghasilkan cahaya tajam maka dari itu diperlukan fill light untuk memperhalus bayangan dari key light. Sedangkan backlight digunakan untuk membuat outline objek agar lebih tajam. Untuk menghasilkan pencahayaan yg bagus maka diperlukan latihan dan kesabaran dalam menentukan posisi yg pas untuk masing2 lampu.


Referensi

  • www.mohhasbias.com

Praktikum 12

Percobaan 1 : Bouncing Ball Plain Plane




Percobaan 2 : Bouncing Ball With Oblique Plane


Friday, May 22, 2015

Praktikum 11

Rigging Using Rigify


Tujuan


  • Membuat rigging untuk sebuah karakter bipedal (dua pedal/dua kaki). Diimplementasikan menggunakan blender 2.7 rigging using rigify.


Alat


  • Blender 2.7+

Bahan



Dasar Teori

A. Rigging

Rigging adalah kegiatan untuk membuat sebuah 3D model mudah untuk digerakkan. Membantu untuk lebih fokus terhadap pengaturan pose ketimbang manipulasi polygon.
kompleksitas rigging bisa amat sangat bervariasi. bahkan rigging bisa dianggap dunia tersendiri yang sama kompleks-nya dengan dunia keilmuan yang lain. kalau ingin tahu seberapa luas, bisa mampir ke channel Master of Rigging di vimeo.


B. Walk Cycle Pose

Sebuah walk cycle dapat disusun dengan mengikuti acuan pose-pose berikut:

walk-cycle-poses
Walk cycle poses


C. Blender Dope Sheet Editor

Blender dopesheet editor digunakan untuk melihat property apa saja yang terpengaruh oleh sebuah keyframe.

dopesheet-editor
Dopesheet Editor


D. Blender Graph Editor

Graph editor merupakan editor untuk memanipulasi spacing antar keyframe. Digunakan untuk mengimplementasikan ease in, ease out, dan constant movement.

graph-editor
Graph Editor


E. Motion Paths

Motion path merupakan menu untuk menvisualkan kalkulasi gerakan yang dilakukan oleh blender. Salah satu kegunaan alat ini adalah untuk mengecek arcs dari sebuah gerak animasi.

cube-motion-path 
Cube with motion path


Petunjuk Praktikum

  • Gunakan Dope sheet editor untuk mengatur timing
  • Gunakan Graph editor untuk mengatur spacing
  • Gunakan Motion path untuk mengevaluasi arcs dan spacing
  • Berikut adalah contoh rigging menggunakan Rigify




Kegiatan Praktikum

Lakukanlah langkah-langkah praktikum berikut ini:
  • Download bahan yang telah disediakan
  • Berdasarkan petunjuk yang diberikan, buatlah rigging dari bahan tersebut. Lakukan uji rigging dengan menggunakan “Pose Mode” atau dengan menekan Ctrl + Tab
  • Buatlah walk cycle menggunakan rigging tersebut



Hasil Praktikum




Kesimpulan

  • Membuat rigging dengan rigify menurut saya cukup mudah karena tidak perlu membuat sendiri, kita hanya perlu mengaturnya saja.
  • Dalam mengatur rigging kita perlu memperhatikan IK dan FK.


Referensi

  • http://www.mohhasbias.com/prak-11-blender-2-7-rigging-using-rigify/

Sunday, May 17, 2015

Praktikum 10

Walk Cycle


Tujuan

Membuat animasi walk cycle

Alat 

Blender 2.6+

Bahan 


biped-rig



Dasar Teori 

A. Walk Cycle Pose

Sebuah walk cycle dapat disusun dengan mengikuti acuan pose-pose berikut
walk-cycle-poses
Walk cycle poses


B. Biped Rig by Nathan Vegdal

Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang biped rig yang akan digunakan, diantaranya meliputi setting IK dan FK, cara penggunakan IK pada kaki untuk mengatur pose kaki.


C. Blender Dope Sheet Editor

Blender dopesheet editor digunakan untuk melihat property apa saja yang terpengaruh oleh sebuah keyframe.

dopesheet-editor

Dopesheet Editor


D. Blender Graph Editor

Graph editor merupakan editor untuk memanipulasi spacing antar keyframe. Digunakan untuk mengimplementasikan ease in, ease out, dan constant movement.
graph-editor

graph-editor

Graph Editor


E. Motion Paths

Motion path merupakan menu untuk menvisualkan kalkulasi gerakan yang dilakukan oleh blender. Salah satu kegunaan alat ini adalah untuk mengecek arcs dari sebuah gerak animasi.

cube-motion-path

Cube with motion path


Petunjuk Praktikum

  • Gunakan Dope sheet editor untuk mengatur timing
  • Gunakan Graph editor untuk mengatur spacing
  • Gunakan Motion path untuk mengevaluasi arcs dan spacing
  • Berikut adalah contoh basic walk cycle menggunakan extreme position dan passing position


Hasil Praktikum

1. extreme position dan passing position.



2. Modifikasi walk cycle sederhana tersebut dengan menambahkan up position dan down position.




3. Modifikasi walk cycle tersebut dengan menambahkan gerak naik turun bahu dan pinggul.



Kesimpulan

Dalam membuat animasi walk cycle ada beberapa prinsip yg perlu digunakan agar pose saat berjalan benar dan terlihat natural, hasil yg saya buat saya rasa sudah lumayan.


Referensi

http://www.mohhasbias.com/prak-10-walk-cycle/



Monday, May 11, 2015

Praktikum 9

Blender Bouncing Ball Excersice


Tujuan

Menggunakan Blender Bouncing Ball Exercise untuk mengenal tool animasi yang disediakan oleh blender.

Alat

Blender 2.6+

Dasar Teori

A. Bouncing ball dilihat dari sudut pandang 12 prinsip animasi
Contoh bola memantul(bouncing ball) tersebut merupakan kombinasi dari beberapa konsep animasi sekaligus diantaranya


Timing and Spacing

Timing berhubungan dengan durasi atau jumlah frame yang diperlukan oleh sebuah action. timing yang tepat akan membuat sebuah action tampil meyakinkan. berikut adalah penjelasan singkat tentang animasi yang menggunakan timing yang tepat versus animasi dengan timing yang kurang pas.

Sedangkan spacing berhubungan dengan kecepatan sebuah benda. apakah benda tersebut memiliki kecepatan konstan atau dipercepat atau diperlambat atau kombinasi dipercepat dan diperlambat. Berikut adalah variasi-variasi spacing dalam proses pembuatan animasi.



Arcs (lintasan gerak)

Arcs artinya lengkungan. secara umum, di dunia nyata, hampir tidak ada gerakan lurus atau diagonal sempurna. semuanya ada lengkungannya.
Pada kasus bouncing ball across screen, lintasannya akan membentuk lengkungan sebagai berikut



Hasil Praktikum

1. Bouncing ball vertical



2. Bouncing ball across the screen



3. Bouncing ball with squash and stretch



Kesimpulan

  • membuat animasi ball bouncing tidak terlalu sulit, namun harus memperhatikan timingnya agar sesuai.
  • menambah kesan strech dapat membuat animasi menjadi lebih hidup.

Referensi

http://www.mohhasbias.com/prak-9-blender-bouncing-ball-exercise/


Sunday, April 26, 2015

Praktikum 7

Basic Material and Texturing


Tujuan

Mengenal cara mewarnai obyek 3D (3D model)

Alat

Blender 2.73a

Bahan

(tanpa bahan)

Dasar Teori

Ada banyak cara untuk mewarnai 3D model. Secara umum ada 3 bagian yang saling berkaitan yaitu:
  1. Material
  2. Texture
  3. Lighting

Ketiga komponen itu hanya berupa setting dimana diperlukan satu komponen lagi untuk memproses settingan tersebut. Komponen yang bisa memproses settingan tersebut disebut dengan render engine. Di blender terdapat dua render engine, yaitu blender internal dan cycles. Secara default, yang aktif adalah blender internal. Akan tetapi untuk pemula, relatif lebih mudah jika menggunakan cycles.


Introduction to Cycles

Berikut adalah perkenalan singkat dengan render cycles yang disajikan oleh andrew price dari blender guru https://youtu.be/UTwXG3K4l2g

Introduction to UV Mappping

Berikut adalah perkenalan dengan uv mapping https://www.youtube.com/watch?v=gQrFL0S7CNQ

Introduction to texturing

Berikut adalah penjelasan dasar tentang texturing. silahkan disimak di blendercookie, atau lihat video embed-nya di sini https://youtu.be/G7Cd74z8syY

Realistic texturing

Realistic texturing berangkat dari gambar texture yang bagus, tapi tidak berhenti disitu. perlu dilanjut ke bump map, reflection map, dan displacement map. Detailnya bisa dipelajari di blender guru, berikut adalah video penjelasannya. (Warning: English Ear Required)



Petunjuk Praktikum

Percobaan 1: Material Setting
Ikuti petunjuk tutorial berikut untuk bermain dengan material setting dasar yang disediakan oleh blender. Tutorialnya bisa dibaca di cgtutplus

Percobaan 2: UV Mapping
Ikuti petunjuk tutorial berikut untuk uv mapping. Tutorialnya bisa dilihat di cgtutplus


Hasil Praktikum


Kesimpulan 

Dengan menggunakan material dan tekstur pada 3D Models, object  3D model terlihat lebih realistis dan menarik. 

Referensi

http://www.mohhasbias.com/prak-7-basic-material-and-texturing/

Friday, April 10, 2015

Praktikum 6

3D Modeling menggunakan Blender

Tujuan

Membuat model 3D menggunakan modifiers pada Blender

Alat

Blender 2.73a

Bahan

(Tanpa Bahan)

Dasar Teori

Ada banyak bentuk Polygon Modeling, diantaranya:
1. Primitive Modelling
2. Polygon Editing
3. Modifiers


Primitive Modeling

Primitive modeling adalah bentuk teknik modeling paling sederhana dimana komponen yang dimanipulasi/diubah-ubah adalah bentuk-bentuk primitif seperti kubus, silinder, kerucut, torus, dan bola. Berikut adalah contoh primitive modeling.


Polygon Editing

Polygon editing adalah teknik modeling dengan manipulasi polygon. Alat yang biasa digunakan adalah extrude dan loop cut. Selain itu manipulasinya juga dilakukan pada titik(point/vertex), garis(edge), ataupun sisi(face). Berikut adalah contoh polygon editing.


Fasilitas 3D Modelling. 

Modifiers

Salah satu fasilitas 3D modeling menggunakan blender adalah adanya modifiers. Modifiers merupakan fasilitas untuk membuat sebuah model tanpa harus membuat seluruh polygon yang diperlukan. Beberapa modifiers yang umum digunakan antara lain mirror, subdivision, dan array. Berikut adalah contoh penggunaan subdivision modifier


Berikut adalah contoh penggunaan mirror dan array dalam pembuatan kursi


Petunjuk Praktikum

Buatlah Pitcher dan Teko menggunakan subdivion multiplier. Ikuti tutorial berikut untuk contoh pembuatan yang bisa ditiru.

Buatlah Kursi menggunakan mirror dan array seperti tutorial berikut


Hasil Praktikum

1. Mangkok



2. Pitcher/Jar


3. Ceret/Teko


4. Kursi



Kesimpulan

Membuat animasi 3D dengan memanfaatkan fasilitas 3D modelling yang ada di blender seperti sub division ternyata sangat berguna untuk memperhalus object kita sehingga terlihat lebih menarik.


Referensi

http://www.mohhasbias.com/praktikum-6-3d-modeling-menggunakan-blender/


Saturday, April 4, 2015

Praktikum 5

Polygon Modelling


Tujuan

Membuat model 3D menggunakan teknik Polygon Modelling

Alat

Blender 2.73a

Bahan

(Tanpa Bahan)

Dasar Teori

1. Polygon Modeling

polygon modeling menggunakan polygon sebagai bentuk dasar untuk pembuatan model 3D. Seperti pada referensi ini. Pada referensi tersebut, kegiatan modeling dimulai dengan memilih primitive. Bisa disebut juga primitive modeling. Primitive modeling biasanya dilanjutkan dengan polygon editing. Dalam blender, biasa disebut dengan Edit Mode atau shortcut-nya tombol TAB.


2. Sculpting

Sculpting menggunakan pendekatan artist lilin/malam untuk setiap menu yang disediakan oleh softwarenya.




Petunjuk Praktikum


1. Membuat kursi menggunakan primitive only

2. Membuat kursi menggunakan polygon editing dengan pendekatan additive modeling

3. Membuat kursi menggunakan teknik polygon editing dengan pendekatan subtractive modeling
https://www.youtube.com/watch?v=kOV6y1NBOO4

4. Membuat meja dengan kombinasi pendekatan additive dan subtractive

5. Membuat kursi versi 2 dengan teknik polygon editing



Hasil Praktikum

1. Buat 3D model dari gambar referensi berikut kemudian embed-kan 360 turn table-nya pada blog masing-masing.



Kesimpulan

Membuat animasi 3D modelling menggunakan teknik pollygon ternyata dapat menjadi lebih mudah
daripada menggunakan primitive modelling.


Referensi

  • http://www.mohhasbias.com/praktikum-5-polygon-modelling/